Evaluasi Surfaktan Alami dari Daun Sereh, Jeruk Nipis, dan Lidah Buaya terhadap Penurunan Tegangan Antarmuka Minyak–Air untuk Aplikasi Enhanced Oil Recovery Skala Laboratorium
DOI:
https://doi.org/10.36601/jm.v10i1.392Keywords:
biosurfactant, interfacial tension, natural surfactant, enhanced oil recovery, plant extractAbstract
Peningkatan kebutuhan energi global serta penurunan produksi dari reservoir minyak yang telah matang mendorong penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) untuk meningkatkan perolehan minyak. Salah satu mekanisme utama dalam EOR kimia adalah penurunan tegangan antarmuka minyak–air melalui penggunaan surfaktan. Namun, penggunaan surfaktan sintetis seringkali dibatasi oleh biaya yang relatif tinggi serta potensi dampak terhadap lingkungan, sehingga diperlukan alternatif surfaktan yang lebih ramah lingkungan yang berasal dari bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak tanaman alami sebagai surfaktan dalam menurunkan tegangan antarmuka minyak–air sebagai pendekatan awal menuju aplikasi green EOR. Penelitian difokuskan pada tiga jenis ekstrak alami yaitu daun sereh (Cymbopogon citratus), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), dan lidah buaya (Aloe vera). Metode penelitian dilakukan secara eksperimental pada skala laboratorium menggunakan sistem minyak mentah dan air suling. Ekstrak alami diperoleh melalui metode ekstraksi maserasi dan diuji pada beberapa variasi konsentrasi. Pengukuran tegangan antarmuka dilakukan menggunakan tensiometer laboratorium pada kondisi pengujian yang terkontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak alami mempengaruhi nilai tegangan antarmuka minyak–air. Ekstrak daun sereh menunjukkan kemampuan terbaik dalam menurunkan tegangan antarmuka dengan nilai minimum sekitar 2,85 mN/m pada konsentrasi 1%. Ekstrak lidah buaya menunjukkan pola perubahan yang fluktuatif pada berbagai konsentrasi yang kemungkinan dipengaruhi oleh kandungan polisakarida dan saponin yang mempengaruhi stabilitas antarmuka. Sementara itu, ekstrak jeruk nipis menunjukkan penurunan tegangan antarmuka yang relatif kecil dibandingkan ekstrak lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi ekstrak tanaman sebagai surfaktan alami yang ramah lingkungan untuk aplikasi EOR serta memberikan gambaran awal mengenai kinerja komparatif beberapa ekstrak tanaman lokal sebagai kandidat biosurfaktan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Migasian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









