Pengaruh Tekanan Pembriketan Cangkang Kelapa Sawit 80 mesh Terhadap Sifat Mekanik Briket dengan Penambahan Plastik LDPE

Authors

  • Yusraida Khairani Dalimunthe Universitas Trisakti
  • Listiana Satiawati Universitas Trisakti
  • Harin Widiyatni Universitas Trisakti
  • Wiwik Dahani Universitas Trisakti
  • Siti Shawalliah Idris Universiti Teknologi MARA

DOI:

https://doi.org/10.36601/jm.v9i2.374

Keywords:

palm oil shell, biomass, briquettte, LDPE, waste

Abstract

Kelangkaan bahan bakar masih menjadi persoalan serius, baik di tingkat nasional maupun global. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi permasalahan tersebut adalah memanfaatkan biomassa sebagai bahan bakar alternatif dalam bentuk briket. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana variasi tekanan pembriketan (30 N/m², 50 N/m², dan 70 N/m²) memengaruhi sifat mekanik tekan briket yang dibuat dari limbah cangkang kelapa sawit (CKS) dan limbah plastik LDPE dengan menggunakan metode yang mengukur hubungan antara tekanan (tegangan) dan regangan yaitu stress-strain analysis. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tekanan 70 N/m² menghasilkan nilai densitas paling tinggi, yaitu 790,156 kg/m³, sedangkan tekanan 30 N/m² menghasilkan densitas terendah, yakni 703,381 kg/m³. Nilai modulus elastisitas terbesar juga diperoleh pada briket dengan tekanan 70 N/m² sebesar 50 MPa, sementara nilai terendah 20 MPa ditemukan pada tekanan 50 N/m². Pada uji kuat tekan, tekanan 70 N/m² menghasilkan nilai kekuatan tekan maksimum sebesar 4,450 MPa, sedangkan nilai terendah sebesar 2,947 MPa diperoleh dari briket dengan tekanan 30 N/m². Secara keseluruhan, kombinasi sifat mekanik terbaik baik modulus elastisitas maupun kuat tekan dicapai pada briket yang dipadatkan menggunakan tekanan 70 N/m².

Author Biographies

Yusraida Khairani Dalimunthe, Universitas Trisakti

Teknik Perminyakan

Listiana Satiawati, Universitas Trisakti

Teknik Perminyakan

Harin Widiyatni, Universitas Trisakti

Teknik Perminyakan

Wiwik Dahani, Universitas Trisakti

Teknik Pertambangan

Siti Shawalliah Idris, Universiti Teknologi MARA

School of Chemical Engineering

Published

2025-12-30